Ada kalanya suka dan duka menyelimuti perjalanan hidup kita, karang tetap berdiri kokoh meskipun diterjang ombak ribuan kali. Mungkin analogi itu bisa menggambarkan bagaimana seharusnya kita menjalani lika liku hidup yang terkadang kita sendiri tidak bisa untuk memprediksinya. Bagaimanapun keadaannya jangan sampai terjebak dengan zona nyaman yang sebenarnya sangat berbahaya apabila tak segera keluar dari zona tersebut.
Aku sendiri sungguh menyadari bahwa ternyata Tuhan akan membentuk sikap mental kita menjadi lebih baik apabila kita mau dan sungguh-sungguh untuk keluar dari zona nyaman. Dengan menikmati getaran hidup yang berbeda dan yang pasti lebih menantang, maka akan menemukan sebuah jalan baru untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih kuat dengan segala jenis kondisi dan keadaan. Mampu untuk memposisikan diri dengan baik dan luwes dimanapun kita berada.
Ada kalanya kita merasa lelah menjalaninya namun harus tetap bertahan dan mengatur strategi baru supaya kejenuhan tidak menghentikan langkah untuk terus berjalan. Sampaikan segala keluh, kesah dan kebimbangan kepada Tuhan, jujurlah padanya atas segala hal yang selama ini kita rasakan. Mintalah padanya untuk memberikan kekuatan yang lebih dalam menjalaninya, jangan sampai keputusasaan menghalangi mimpi-mimpi yang telah dibangun dengan indah.
Ada hal menarik yang aku tangkap pada saat mengikuti pelatihan softskill tentang leadership, pada saat itu materi pertama disampaikan oleh bapak Wakil Dekan II. Pada pembukaan pembicaraan beliau menyampaikan bahwa sesungguhnya cobaan yang paling berat adalah berupa kenikmatan, banyak orang terlena didalamnya hingga pada akhirnya terjebak sendiri dalam permaninan hedonisme.